Apa itu terapi bermain?

Terapi bermain adalah suatu terapi yang ditujukan untuk anak usia 3 – 16 tahun (namun Psikolog Rainbow Castle sendiri lebih memilih untuk menangani anak usia dini / di bawah 7 tahun). Terapi ini dapat membantu anak-anak yang perilaku sebagai berikut (sumber bisa di klik di sini):

  • Tidak menunjukkan potensi maksimalnya baik secara akademis maupun sosial
  • Memiliki mimpi buruk dan gangguan tidur
  • Beresiko dikeluarkan dari sekolah
  • Menderita suatu trauma
  • Mengalami emotional, physical atau sexual abuse
  • Sedang dalam proses (atau sudah) untuk diadopsi atau diasuh oleh keluarga asuh
  • Tengah mengalami proses perpisahan atau perceraian orangtua
  • Tengah menjalani proses kehilangan atau kematian orang yang disayangi
  • Sering menarik diri atau seringkali terlihat tidak bahagia
  • Memiliki kebutuhan khusus
  • Sulit berteman
  • Sering bertengkar dengan saudara dan teman sebaya
  • Mem-bully orang lain atau menjadi korban bully
  • Tidak suka bermain

 

Bagaimana terapi bermain dilakukan?

Terapi bermain berlangsung selama 12 sesi, namun dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Terapi bermain yang digunakan adalah non-directive dan berdasar pada prinsip yang dikemukakan Axline, yang bisa dilihat lebih lanjut penjelasannya di sini.

Pada terapi bermain, terdapat peralatan atau mainan khusus yang digunakan. Namun, teknik dan metode yang digunakan oleh terapilah sebenarnya yang menjadi “alat” utama seorang terapis. Semakin banyak skill dan alat yang dimilki oleh seorang terapis, semakin mampu ia beradaptasi pada situasi-situasi baru yang dihadirkan oleh seorang anak dalam setiap sesinya. “Alat” utama yang akan digunakan saat melakukan terapi bermain adalah alat atau mainan:

  • Visualisasi kreatif
  • Seni
  • Storytelling
  • Kotak pasir
  • Musik
  • Dansa dan bergerak
  • Dramatherapy
  • Wayang atau boneka
  • Topeng
  • Tanah liat

Seberapa besar presentase keberhasilan dari terapi bermain?

Bermain yang memiliki kandungan terapetik (termasuk terapi bermain dan terapi berbasis bermain lainnya), merupakan suatu disiplin ilmu yang telah diakui sejak lama oleh banyak teori psikologi. Penelitian, baik secara kualitatif maupun kuantitatif menunjukkan bahwa terapi bermain sangatlah efektif digunakan pada banyak kasus. Penelitian terkini yang dilakukan oleh PTUK menunjukkan bahwa 75% anak yang direferensikan menggunakan terapi ini akan menunjukkan perubahan yang positif.

Keberhasilan terapi ini disebabkan oleh lingkungan yang diciptakan selama proses terapi berlangsung. Suatu lingkungan yang aman, terjaga kerahasiaannya, dan saling peduli diciptakan pada terapi ini sehingga membuat anak bisa bermain dengan batasan yang sesedikit mungkin, tapi juga dengan batasan sebanyak yang dibutuhkan (untuk alasan keamanan). Situasi ini menjadikan proses healing bisa tercipta tanpa penggunaan obat-obatan.

(sumber www.playtherapy.org dan www.playtherapy.org.uk )